Inovasi Pertanian: Mikroba PA 63 WD 05/Pati Disosialisasikan kepada Petani Padi Desa Bogotanjung
Inovasi Pertanian: Mikroba PA 63 WD 05/Pati Disosialisasikan kepada Petani Padi Desa Bogotanjung
Bogotanjung, 28 November 2025 – Dalam upaya mendorong peningkatan produktivitas dan keberlanjutan sektor pertanian, teknologi inovatif Mikroba PA 63 WD 05/Pati diperkenalkan kepada para petani padi di Balai Desa Bogotanjung, Kecamatan Gabus, yang dihadiri oleh puluhan anggota kelompok tani setempat.
Kegiatan sosialisasi ini merupakan bagian dari program yang diinisiasi oleh Komando Distrik Militer (Kodim) 0718/Pati bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Pati, bertujuan untuk memperkenalkan solusi hayati yang ramah lingkungan bagi pertanian. Mikroba PA 63 WD 05/Pati dikenal memiliki potensi besar dalam meningkatkan kesuburan tanah dan efisiensi masa tanam.
Manfaat Utama Mikroba PA 63 WD 05/Pati
Narasumber dalam kegiatan tersebut menjelaskan bahwa penggunaan mikroba PA 63 WD 05/Pati menawarkan sejumlah keunggulan yang signifikan bagi petani:
-
Mempercepat Masa Tanam: Mikroba ini diklaim mampu memangkas masa tanam padi dari rata-rata 120 hari menjadi sekitar 85 hari, memungkinkan petani untuk panen lebih cepat dan berpotensi meningkatkan intensitas tanam.
-
Meningkatkan Kesuburan Tanah: Mikroba berfungsi mengurai tanah yang kering dan kurang subur, serta mengurai residu kimia menjadi enzim cair yang dibutuhkan tanaman.
-
Ramah Lingkungan: Penerapan teknologi ini mendukung praktik pertanian organik karena meminimalkan atau bahkan menghilangkan penggunaan pupuk dan pestisida kimia.
"Dengan menggunakan mikroba PA 63, biaya produksi dapat lebih efisien, dan yang terpenting, hasil panen padi kita bisa meningkat tanpa merusak ekosistem tanah," ujar salah satu perwakilan narasumber kepada petani Bogotanjung.
Respon Positif Petani Bogotanjung
Para petani padi dari Desa Bogotanjung menyambut antusias sosialisasi ini. Banyak dari mereka yang menyatakan ketertarikan untuk mencoba dan mengadopsi teknologi hayati ini di lahan mereka. Mereka berharap inovasi ini dapat menjadi terobosan nyata dalam menghadapi tantangan pertanian, seperti penurunan kualitas tanah dan biaya produksi yang semakin tinggi.
Kegiatan ini menunjukkan komitmen kolaboratif antara TNI, pemerintah daerah, dan akademisi dalam mendorong adopsi teknologi tepat guna di tingkat petani, guna memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Pati.
Komentar baru terbit setelah disetujui Admin